
Kronologi Sepatu Rusak
Peristiwa ini pertama kali terungkap dari unggahan foto dan video di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat sol sepatu Paskibra mengelupas dan terlepas, padahal baru sekali dipakai untuk tugas upacara. Kejadian ini langsung memicu beragam komentar dari warganet yang mempertanyakan kualitas sepatu yang digunakan.
Harga Tinggi, Kualitas Dipertanyakan
Menurut informasi dari orang tua anggota Paskibra, sepatu tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per pasang. Namun kualitas yang tidak sesuai dengan harga membuat publik geram. Banyak pihak menilai ada dugaan pemborosan anggaran atau salah memilih penyedia barang.
“Kami kecewa, karena harganya mahal tapi baru sekali dipakai langsung rusak,” ujar salah satu orang tua siswa.
Respons Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan akan segera melakukan evaluasi terkait pengadaan sepatu Paskibra. Pihak Dinas Pendidikan dan instansi terkait berjanji menelusuri pihak penyedia serta memastikan ke depan kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan memanggil pihak yang bertanggung jawab dan melakukan klarifikasi mengenai kualitas sepatu yang disediakan,” kata perwakilan Pemkab Luwu Timur.
Baca Juga :
Kisah Adam Air Salah Mendarat: Pilot Tak Sadar Pesawat Keluar Jalur, Penumpang Mengira Tiba di Sulawesi
Viral di Media Sosial
Kabar sepatu Paskibra yang rusak sekali pakai ini dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menyuarakan kritik sekaligus memberikan dukungan kepada para anggota Paskibra yang sudah berlatih keras namun harus menghadapi insiden memalukan ini.
Beberapa netizen bahkan menyarankan agar pemerintah daerah lebih transparan dalam proses pengadaan perlengkapan resmi, terutama yang melibatkan anak-anak sekolah dalam acara penting kenegaraan.



