Malili — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengumumkan rencana pembangunan pelabuhan baru yang akan menjadi pintu gerbang perdagangan dan logistik di wilayah timur Sulawesi Selatan.
Lokasi Strategis di Pesisir Malili
Pelabuhan ini direncanakan berlokasi di kawasan pesisir Malili yang memiliki akses langsung ke jalur pelayaran utama, memudahkan distribusi barang ke berbagai wilayah di Indonesia.
Selain itu, posisi strategisnya diharapkan memicu pertumbuhan sektor perikanan dan industri pengolahan.
Fasilitas Modern dan Ramah Lingkungan
Proyek ini akan dilengkapi dermaga modern, gudang penyimpanan, dan sistem bongkar muat otomatis. Pemerintah juga menekankan pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan untuk meminimalkan dampak terhadap ekosistem laut.
Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang diusung oleh Luwu Timur.
Dukungan dari Pemerintah Pusat
Pembangunan pelabuhan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan, termasuk dalam bentuk pendanaan dan bantuan teknis.
Dengan dukungan ini, proyek ditargetkan mulai konstruksi pada awal tahun depan.
Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja
Keberadaan pelabuhan baru diyakini akan membuka peluang investasi baru, meningkatkan arus perdagangan, dan menciptakan lapangan kerja bagi ribuan warga.
Pemerintah berharap hal ini dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi pasca pandemi.
Keterlibatan Masyarakat Lokal
Masyarakat setempat dilibatkan sejak tahap perencanaan melalui forum diskusi publik. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelabuhan dibangun sesuai kebutuhan daerah.
Selain itu, pemerintah menjanjikan prioritas rekrutmen bagi tenaga kerja lokal.
Baca Juga :Banjir Bandang Terjang Malili, Ratusan Rumah Warga Luwu Timur Terendam
Harapan Menuju Pusat Perdagangan Baru
Bupati Luwu Timur optimistis pelabuhan ini akan menjadikan Malili sebagai salah satu pusat perdagangan baru di Sulawesi Selatan.
“Kami ingin pelabuhan ini menjadi kebanggaan masyarakat Luwu Timur,” ujarnya.


